Galleries

Melalui Open House, Al-Qolam Ajak Mahasiswa UPI Berdakwah Lewat Tulisan

“…UPI beruntung memiliki Al-Qolam karena di kampus saya tidak ada organisasi menulis, apalagi organisasi menulis yang bernapaskan Islam,” ujar Robi Afrizan Saputra, penulis 10 buku motivasi islami sekaligus pembicara dalam acara Open House Al-Qolam 2017.

Jumat (29/09/2017), Unit Kegiatan Mahasiswa Kepenulisan Islam (UKM KI) Al-Qolam berhasil menyelenggarakan Open House. Acara ini dilaksanakan untuk memperkenalkan UKM Al-Qolam kepada calon anggota baru sekaligus ajang silaturahmi pengurus aktif dengan alumi.

Ada yang berbeda dengan Open House kali ini, karena Open House kali ini  bertemakan sesuai dengan jargon Al-Qolam itu sendiri, yaitu “Goresan Inspirasi Penggugah Hati”.

Acara diawali dengan sambutan Ahmad Zaelani sebagi MC, pembacaan ayat suci Al Quran oleh M. Ginanjar Eka Arli, lalu sambutan dari Ketua Umum Al-Qolam.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Al-Qolam, Rizky Wirayuda, memaparkan bahwa Al-Qolam merupakan UKM yang bergerak di dunia kepenulisan yang bernapaskan Islam. Al-Qolam adalah wadah dimana seseorang ingin berdakwah dengan cara yang indah seperti syair, puisi, cerpen, maupun bentuk tulisan lainnya.

“Al-Qolam pun memiliki banyak kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia kepenulisan, seperti: Diskusi kepenulisan setiap dua minggu sekali, mentoring, berdiskusi dengan penulis, edutrip ke penerbit, dan tak lupa acara besar tahunan Al-Qolam yaitu Al-Qolam Writivation Festival (AWF)” ujar Mahasiswa angkatan 2015 itu.

Rizki mengimbau bagi yang ingin mendaftar, pertama mahasiswa harus mendaftar melalui Line/Whatsup/SMS dengan format: Daftar Al Qolam_Nama lengkap_Jurusan_Angkatan_No. Hp/ID Line/no. Whatsup kirim ke purwati.endah/085772487390; lalu mengisi formulir di Google form http://bit.ly/Form-alqolam-upi; kemudian wawancara.

 

 

Dalam acara Open House kali ini, Al-Qolam turut mengundang dua penulis yang sangat inspiratif yaitu: Robi Afrizan Saputra, mahasiswa Universitas Padjajaran yang merupakan penulis dari 10 buku motivasi islam dan Nurul Maria Sisilia, ketua FLP dan alumni Al-Qolam yang karya puisinya sering dimuat di korang Pikiran Rakyat.

Dalam bincang-bincang, perempuan yang merupakan alumni Al-Qolam ini mengingatkan kita bahwa “Menulis itu bentuk syukur kita kepada nikmat Allah. Kita diberikan ilmu, maka kita harus bersyukur dengan menuliskan kembali ilmu tersebut.”

Dan sebagai penutup, Robi menyadarkan kita dahsyatnya sebuah tulisan. “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, namun satu tulisan mampu menembus ribuan kepala,” tutupnya. []

 

 

Begini Profil Perjalanan Al-Qolam Usai 5 Tahun Eksis di Kepenulisan UPI

“Menulis adalah sebuah Keberanian” (Pramoedya Ananta T)

Unit Kegiatan Mahasiswa Kepenulisan Islami Al-Qolam UPI (UKM KI Al-Qolam UPI) merupakan UKM yang bergerak dalam bidang kepenulisan Islami, baik penulisan Fiksi maupun non  fiksi yang bernuansa Islami.

Yukk… Mengenal Al-Qolam Lebih Dekat

Pembentukan UKM KI Al-Qolam  UPI dimulai pada tanggal 24 Maret 2011 dengan mendeklarasikan Komunitas Menulis Al-Qolam. Setelah beberapa bulan, Al-Qolam mengajukan diri sebagai salah satu media buletin resmi kampus UPI yang bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (Dirmawa) UPI. Akhirnya, pada tanggal 27 Juni 2012, UKM KI Al-Qolam UPI ditetapkan menjadi organisasi resmi di Universitas yang kita kenal sebagai UKM.

Prajurit Pena  UKM KI Al-Qolam UPI  telah menghasilkan 5 Angkatan. Pada Periode ini, Ketua Umum  UKM KI Al-Qolam UPI adalah Qory Gustri Pratama (Pendidikan Matematika/FPMIPA/ 2013) dan  Ketua Umum Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yakni Asep Syahbudi (Pendidikan Teknik Elektro/ FPTK/2012).

Ada apa aja sih di Al-Qolam?

Setelah resmi menjadi salah satu UKM di Universitas kita yang tercinta, Al-Qolam mempunyai berbagai kegiatan rutin untuk anggota dan event lain untuk khalyak umum. Kegiatan rutin yang Al-Qolam laksanakan untuk anggota diantaranya ada Diskusi Kepenulisan (Dispen) yang rutin dilaksanakan setiap pekan pada hari yang telah ditentukan, Mentoring Kepenulisan dan Keislaman, Ta’lim Anggota, Upgrading Pengurus dan anggota, Bimbingan Konseling Kepenulisan, Penerbitan Buletin  dan Majalah Digital, Kajian Tematik juga tidak lupa di Al-Qolam ada yang namanya PPA yakni Pengukuhan Punggawa Al-Qolam. Sedangkan kegiatan untuk khalyak umum yaitu :Taklim Kepenulisan, Lomba Untaian Inspirasi (UNINIS), Kunjungan Produksi ke Penerbit, Pelatihan Jurnalistik  serta  acara besar tahunan  Al-Qolam yaitu Seminar dan Workshop Kepenulisan Al-Qolam  Wrivation Festival (AWF).

          Karya Al-Qolam setelah kurang lebih 3 tahun berkiprah dalam dunia kepenulisan telah menghasilkan buku yang berjudul  “Syair untuk Mesir : antologi puisi (2014)”  dan “Buku Secangkir Kontradiksi : antologi cerpen (2014)” . Adapun prestasi anggota dan alumni Al-Qolam diantaranya Windi Nugraha Fadillah (Fadil Ibnu Ahmad): Penulis Buku “Dakwah Online, Asyiknya Meraup Pahala di Dunia Maya” yang diterbitkan oleh Mizan Publishing Linguistik, Juara 3 Nasional Lomba Menulis Blog tentang Susu yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dan sebagai Founder  blog umatmuhammad.com; Eko Apriansyah: Founder UKM KI Al-Qolam UPI, Youth Environmental Leader Summit, Pesantren Linguistik, Duta Bahasa Nasional, 10 Besar Sayembara menulis Novel di Mizan Nasional, Redaktur Salman Media; dan penulis buku antalogi puisi Renjana. Dini Wulandari: Pemakalah di Seminar Nasional Sastra Bandung; Aif Saifullah: Juara 1 Lomba Essai tingkat Nasional FIKAR UPI; Nurul Maria Sisilia: Penulis dan Ketua Lingkar Pena Bandung; Nursaadah Fitriani: Editor Grafindo; Bayu Nurwicaksono: Dosen muda UNESSA, Penulis, Sekretaris Jendral FKM SPs UPI dan Pemakalah di beberapa Seminar Internasional;

M.Ginanjar Eka Arli: Ketua Umum Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Pusat. Lia Liawati; Juara 1 cipta Cerpen tingkat UPI, Juara 1 Cerpen Islami Tingkat Nasional,  dan Juara 1 cerpen Islami Tingkat Nasional Mahasiswa Bakti Formica untuk Bangsa (BFUB);  Juara 1 Cipta Cerpen tingkat Nasional Jasmine Salman ITB. Nurul Luthfia: Puisi diterbitkan di Koran Pikiran Rakyat,2015; Rahma Nur Amalia dan M.Ginanjar Eka Arli:  Juara 5 Lomba Cerpen Nasional Katagori Tandem KPKers Taiwan 2015; Dei Unzila Rahmah: Juara 1 Lomba Cerpen Nasional Tingkat Mahasiswa Bidikmisi oleh UGM 2015;  Penerima Dana Hibah PKM  Asep Syahbudi dan Rahma Nur Amalia (2014)  serta Eko Ruslamsyah, Elsa Nur Vriatnika dan Lia Liawati (2015).

Jaynal Rasyidin, pemakalah di Seminar Internasional Riksa Bahasa UPI, Cerpennya pernah dimuat di Jawapos, pemenang hibah kepenulisan ke Korea Selatan. Khairiah Kurnia, editor buku Komunitas Bisa Menulis Asma Nadia. Dini Sri Mulyati, juara 2 cerpen tingkat Nasional Jasmin P3R Salman ITB, Juara 1 Cerpen Ramadhan Gema FPMIPA UPI, Juara 2 Lomba Cerpen Geografi Islamic Fair, Finalis Bisnis Plan Competetion di Unibersitas Airlangga Surabaya, reporter Islampos.com.

Tingkatkan Dakwah melalui Tulisan, Al-Qolam Writivation Festival Kembali Digelar Tahun Ini

logo-awf Al-Qolam Writivation Festival

Unit Kegiatan Mhasiswa Kepenulisan Islami  (UKM KI) Al-Qolam UPI segera mengadakan Al-Qolam Writivation Festival (AWF) 2016. Ini merupakan program tahunan yang terdiri dari serangkaian kegiatan, yakni perlombaan menulis dan pelatihan kepenulisan.  Tahun ini AWF 2016 mengusung tema “Dunia di tanganku, Allah di hatiku.” Continue reading Tingkatkan Dakwah melalui Tulisan, Al-Qolam Writivation Festival Kembali Digelar Tahun Ini

Al-Qolam Sukses Gelar Edutrip ke Jakarta

20160916_155848

Divisi Produksi bekerja sama dengan Divisi Humas UKM KI Al-Qolam sukses gelar Edutrip ke Penerbit Republika Jakarta. Edutrip dilaksanakan pada hari Jumat (17/9/2016). Edutrip dilakukan untuk menimba ilmu kepenulisan, terutama di bidang penerbitan karya.

“Alhamdulillah, semoga Edutrip ini menjadi awal kerjasama kita dalam kepenulisan, dan bisa menginspirasi kita semua,” ujar Jaenal Rasyidin, ketua pelaksana Edutrip.

Edutrip diikuti oleh 17 peserta, dari dalam UPI dan luar UPI. Para peserta begitu antusias mengikuti penyajian materi tentang penerbitan karya dari Tim Republika.

Ada dua sesi penyajian materi. Pertama mengenai alur penerbitan, kedua bagaimana agar naskah diterima oleh penerbit, dan terakhir mengenai realitas literasi Indonesia.

Editor sekaligus tim humas Penerbit Republika Iqbal Santosa menyatakan terimakasih atas kunjungan UKM Al-Qolam ke Republika. Dalam penyajian materi pihaknya mendorong penulis muda untuk rajin membaca dan tak ragu untuk mencoba menerbitkan karya.

“Dengan menulis, kita dorong budaya literasi bangsa Indonesia,” tutupnya.

Kini Telah Kutemukan Cinta

8

“Setiap orang memiliki keinginan yg mendalam untuk dicintai, disayangi, dan dilindungi
Segala upaya akan dilakukan demi mengapai pengharapan hati
Tapi apakah kita sadar bahwa kita telah mendapatkannya?”

Entah perasaan apa itu, tapi sungguh ia sangat mengganggu.
Bahkan seringkali diri lupa harus menjadi siapa dan bagaimana
Itu terjadi saat pengharapan semu menghinggapi hati

Sungguh sakit terasa, saat pengharapan itu tak terpenuhi
Ia menjadi angan-angan kosong yang memenuhi pikiran
Entahlah apa yang mempengaruhi
Yang pasti ia bisa mengubah diri
Hingga bahkan tak bisa dikenali diriku saat itu

Entah tinta apa yang dipakai dalam menulis pengharapan itu
Pengharapan pada ia yang tak kunjung bertemu
Hingga saat ini tak bisa kutemukan apapun tuk mengapusnya

Hati tak bisa berhenti meminta
Meski akal telah memaksa untuk menghilangkannya
Bahkan peperangan ada tiap waktu
Dimana yang menang hanyalah rasa rindu

Sangat ingin kuhapus rindu dalam harapan
Namun hati seakan melawan
Meminta agar tetap memendam rindu dalam kalbu

Kusadari pengharapan itu hanya bisa menyiksa
Seakan tenggelamkan diri dalam asam pekat yang melelehkan kulit
Seandai daging yang dilempar ke dalam sarang singa lapar
Hancur dan habis dalam cengkraman pemangsa
Hingga aku mati tak berdaya karenanya

————————————-

Namun, dikala hati memaksa tuk menyadari
Bahwa apa yang kuharapkan itu salah
Sang Pemilik hati pun memberi pesan
Bahwa ada cinta di setiap apa yang aku punya

Ada cinta di setiap napasku
Ada cinta di setiap detak jantungku
Ada cinta di setiap kedipan mataku
Ada cinta yang membuat aku bisa menulis kalimat ini
Ada cinta yang membuat ku bisa mengerti segala hal
Ada cinta yang membuatku bisa tumbuh besar
Ada cinta di setiap langkah kakiku
Ada cinta di setiap pakaian yg ku pakai
Ada cinta di setiap apapun yang ku miliki

Karena cinta ibu bapaku aku bisa hidup hingga sekarang
Meski lelah dan susah selalu mewarnai kehidupanku
Karena cinta Allah, Dia tutupi aibku dan beriku petunjuk hingga aku bisa seperti sekarang
Hingga semua cinta dari setiap orang aku bisa seperti di detik ini

Cinta dan kasih sayang orang tua melahirkan pengorbanan
Dulu aku kira mereka tak pernah merasakan sakit demi menghidupi aku
Tapi itu salah
Mereka rela menahan kantuk demi aku
Menahan lapar demi aku
Menahan rindu demi aku
Menahan lelah demi aku
Menahan sakit demi aku
Menahan beban demi aku
Menahan panas demi aku

Hingga tubuh yang indah berubah menjadi lelah dan tua demi aku

Begitu pula cinta Allah
Dia jalankan malam dan siang untukku
Dia tundukkan sungai, danau, dan lautan untukku
Dia Ciptakan planet-planet melayang beraturan tanpa tiang untukku
Dia tinggikan langit untukku
Dia hamparkan bumi untuk ku
Dia turunkan hujan untukku
Dia hidupkan tumbuhan untukku
Dia sediakan sumberdaya untukku

Lalu apa lagi yang bisa aku dustakan

Tak meminta Dia beri
Dipinta apalagi
Bersalah dimaafkan
Bahkan diingatkan
Berbuat baik diberi balasan berlipat

Bukankah itu cinta?

Apakah tak aku sadari,
Aku merasa sakit saat cinta bertepuk sebelah tangan

Coba renungkan, meski aku sering tak membalas cinta tadi
CintaNya dan cinta mereka tak pernah bertepuk sebelah tangan

Sadarilah
Cinta adalah kekuatan
Yang menggerakan otot dan tulang
Tanpa cinta aku tak bisa hidup

Sadarilah jangan menyiksa diri dalam harapan pada seseorang yang tak pasti
Tetapi lupa merasakan cinta yang ada di setiap inci diri

Kini telah kutemukan cinta
Ya, selalu ada cinta
Selalu ada kasih sayang
Namun aku saja yang selalu mendustakan