Category Archives: Artikel

Doa Setelah Mendengar Adzan

Doa Setelah Mendengar Adzan

“Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini (dakwah tauhid), shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR.Bukhari no. 614 )

Masya Allah, dengan amalan yang sangat ringan ini kita bisa mendapatkan Syafa’at dari Rasulullah Saw. Artinya, atas izin Allah kita akan diselamatkan dari pedihnya siksa neraka.

Perlu kita ketahui bahwa mendengar berbeda dengan terdengar. Mendengar artinya kita fokus dan memahami apa yang disampaikan. Seperti yang dilakukan oleh ibu kita ketika berbicara “Dengarkan Ibu, Nak! Hapenya matikan dulu.” Ini menandakan ketika kita tidak fokus, berarti belum mendengarkan.

Begitu pula ketika berdoa, kita meminta kepada Allah yang maha mengetahui isi hati, raja dari para raja. Berbicaralah kepada-Nya dengan penuh penghayatan dan kesadaran. Semoga Allah menjadikan kita golongan orang yang khusyuk

Oleh: Asep Syahbudi (MPO Al-Qolam 2016)

Menjadi Mukmin yang Kuat

Mukmin yang kuat

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan…” (HR. Muslim: 2664)

Olahraga merupakan salah satu bentuk memperkuat diri. Selain menyehatkan (jika dilakukan dengan baik), menggerakkan tubuh juga bisa menjadi hiburan. Rasa puas ketika memasukkan bola ke ring, atau menggolkan bola, atau sekedar bisa menyemes bola kok, sangat menyenangkan.

Tentunya perkara mubah ini, jangan sampai menghalangi kita dari amalan sunnah, bahkan wajib. Dan maksud hadits di atas bukan sebatas kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan hati. Semoga kita istikamah dalam ketaatan kepada-Nya.

Oleh: Asep Syahbudi (Ketua MPO Al-Qolam UPI 2016)

Jangan Mau Jadi Temannya Setan

Oleh: Rima Mirianti, Pendidikan Sosiologi 2013

Manusia memiliki sifat tidak pernah merasa puas. Manusia memiliki segudang kebutuhan dan keinginan untuk menyelaraskan hidupnya sehari-hari. Bisa dikatakan wajar, apabila kebutuhan manusia yang tidak terbatas, toh setiap yang namanya kebutuhan harus pasti didukung dengan daya beli. Berbeda dengan yang namanya keinginan, sudah jelas tidak terbatas, tidak perlu didukung dengan daya beli karena keinginan bukan menjadi hal pokok seperti halnya kebutuhan. Contoh, kebutuhan manusia adalah makan. Kemudian, dari kebutuhan tersebut muncul beragam keinginan, seperti ingin makan dengan hamburger, ingin makan di restoran mewah, dan lain sebagainya. Continue reading Jangan Mau Jadi Temannya Setan

Imitator Rasulullah

“Woy bro!”
Pemuda itu memanggil kawannya yang sedang berjalan ke arah keramaian dan menghampirinya.
“Ada apa, bro?”
“Loe habis dari masjid ya? Gaya nih, jadi aktivis masjid sekarang mah.”
“Iya nih bro, mumpung masih muda jadi gue manfaatin aja deh buat ibadah.”
“Lho kok gitu bro? Loe enggak mau nikmatin masa muda loe apa?”, pemuda itu merasa heran dengan perubahan sikap temannya itu.
“Justru gue lagi nikmatin masa muda gue, bro.”, teman pemuda itu menjawab dengan santai.
“Nikamtin dari mana? Loe aktivitasnya di masjid melulu, apa nikmatnya?”
Continue reading Imitator Rasulullah