Category Archives: Headline

Menulis sebagai Cita-cita?

oleh: Azhar Nurun Ala

Akhir-akhir ini, hampir setiap week-end saya habiskan di luar kota untuk menjadi pembicara, baik dalam acara bedah buku maupun talkshow tentang motivasi dan kepenulisan. Hampir di setiap acara yang saya isi selalu ada pertanyaan—baik dari moderator maupun peserta—‘Apakah Mas Azhar sejak kecil sudah suka menulis? Apakah menjadi penulis adalah cita-cita Bang Azhar sejak kecil?’, dan ‘apakah’-‘apakah’ lainnya yang senada. Saya ingin mencoba menuliskan jawaban pertanyaan-pertanyaan itu di sini, karena talkshow atau bedah buku tak pernah cukup untuk menjelaskan bagaimana akhirnya saya kini berada dalam dunia kepenulisan ini.

Penulis yang Baik, karena Ia Menjadi Pembaca yang Baik

“Mulut seperti mulut teko yang hanya mengeluarkan isinya.” Kata Aa Gym “Begitupula perkataan kita hanya menjelaskan hati kita. Hati bersih keluar bersih, hati kotor keluar kotor.” Menulis merupakan media untuk berkata-kata. Bedanya, menulis memiliki lebih banyak waktu untuk mengedit sebelum menyampaikannya.
 
Jangan sampai kita terburu-buru menyampaikan tulisan karena akan tampak kebodohan, jika tidak dibarengi dengan ilmu. Muslim yang bijak haruslah mengetahui apa yang ditulis dan hanya menuliskan yang dia ketahui.  Kita harus sadar akan konsekuensi (akibat) jika menyampaikan persepsi dan prasangka, tetapi tidak menyampaikan data dan fakta.

Beratnya tanggung jawab menulis jangan sampai menjadi pelemah dari semangat kita untuk menulis.  Menulis merupakan cara yang paling tepat agar bisa hidup abadi. Imam Al-Ghazali pernah berkata “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”   “Orang boleh pandai setinggi langit,” Kata Pramoedya Ananta Toer“tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”Jadikanlah pesan-pesan ini menjadi pelecut bagi kita untuk menulis.

Continue reading Penulis yang Baik, karena Ia Menjadi Pembaca yang Baik

Aliansi Mahasiswa UPI Care Galang Dana untuk Muslim Rohingya

Penggalangan Dana untuk Muslim Rohingya oleh Mahasiswa UPI Care (20-22/5)

Bandung, UPI.
 
Sebuah hadits mengatakan, “Muslim yang satu dengan yang lain ibarat satu tubuh.” Maka ketika ada saudara seiman yang mendapatkan kesulitan di luar sana, saat itulah muslim yang lain geram dan jengah melihat kondisi tersebut. Atas dasar itulah sekelompok mahasiswa UPI yang terdiri dari berbagai ormawa membentuk aliansi yang diberi nama Mahasiswa UPI Care untuk membantu muslim Rohingya dalam bentuk penggalangan dana dan bantuan berupa makanan, minuman, maupun pakaian pada tanggal 20-22 Mei 2015 bertempat di kampus UPI Bumi Siliwangi.
 
Ir. Soekarno pernah mengatakan, “JAS MERAH: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.” Maka sebelum kita memberikan bantuan kepada muslim Rohingya, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi pada mereka sebenarnya. Hal ini sebetulnya telah dibahas oleh mahasiswa UPI Care dalam Kajian Kritis: “Menjawab Panggilan Muslim Rohingya” bersama Chandra Purna Irawan (Dosen, Penulis, CEO Syaria Law Institute) pada hari Selasa, 19 Mei 2015, bertempat di Lantai 1 Gd. Geugeut Winda UPI, Bandung.
 
Kajian Kritis: “Menjawab Panggilan Muslim Rohingya” (19/5)
 
Dari pemaparan kang Chandra, kita mendapatkan informasi bahwa tahun 1942 lebih dari 100 ribu Muslim dibantai di Burma dan ratusan ribu mengungsi ke luar negeri. Kemudian pada tahun 1982 terjadi operasi penghapusan kebangsaan kaum Muslimin karena dinilai sebagai warga negara bukan asli burma. Padahal kaum Muslim Rohingya yang tinggal di Arakan adalah penduduk asli disana sejak Islam menyebar ke seluruh daerah burma pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid, tahun 877 M.
 
Setelah Khilafah tidak ada dan Inggris datang untuk menjajah pada tahun 1824, warga Rohingya mencari-cari tempat yang aman. Namun, hingga kini mereka masih belum mendapatkannya dan terlunta-lunta di laut lepas tanpa persediaan makanan yang memadai. Parahnya dunia internasional masih belum menanggapi permasalahan ini dengan serius. Negara di Asia Tenggara selama bertahun-tahun telah mengabaikan warga Rohingya yang berjumlah sekitar 1,3 juta jiwa. Bahkan ketika perahu-perahu yang ditumpangi oleh Muslim Rohingya itu mendarat di Malaysia dan Thailand, pemerintah setempat justru menolak.
 
Seperti yang dilansir oleh merdeka.com, Malaysia pada kamis (14/5) telah menghalau dua kapal yang mengangkut 800 warga Rohingya dan Thailand menghalau satu kapal yang berisi ratusan penumpang di perairan mereka. Demi mempertahankan hidup, diantara mereka ada yang meminum air kencing sendiri menurut Jonathan Head, wartawan BBC, seperti yang dilansir Independent, Kamis (14/5). Selain itu, setidaknya sepuluh penumpang meninggal akibat kelaparan dan kehausan dan mayat-mayatnya dibuang ke laut.
 
Pada jumat (15/5) lebih dari 700 warga Rohingya tiba di pelabuhan Langsa, Aceh. Awalnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko menolak kedatangan warga Rohingya ke Indonesia. Mereka sempat menghalau beberapa kapal yang berisi ratusan warga Rohingya. Kemudian setelah melihat kapal mereka tenggelam di lepas pantai Propinsi Aceh, enam kapal nelayan menyelamatkan mereka.
 
Pemerintah Kota Langsa mengakui merasa kesulitan keuangan dalam menangani lebih dari 700 warga Rohingya yang terdampar di Kota Langsa. Usman Abdullah, Wali Kota Langsa, mengatakan kepada wartawan BBC, Sri Lestari, bahwa anggaran mereka sangat terbatas. Sementara, hari ini warga Rohingya yang terdampar di Kota Langsa hanya bisa bergantung kepada bantuan yang datang kepada mereka.
 
           Merasa terpanggil oleh hal tersebut, maka UKM Kalam UPI berinisiatif membentuk aliansi mahasiswa UPI Care yang terdiri dari UKM KI Al-Qolam UPI, LDK UKDM UPI, Tutorial PAI-SPAI DPU UPI, UPTQ, BAQI, SCIEmics, KSR, UKSK, HIPMI, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Mesin, PGSD Penjas, IKOR, Bahasa Indonesia, IPAI, MIK, BK, Pend. Akuntansi, Bahasa Jepang dan Ilmu Komputer. Mahasiswa UPI Care bertujuan menggalang dana dan bantuan untuk muslim Rohingya selama tiga hari dengan cara blusukan ke kelas-kelas, membuka stand di PKM dan fakultas, serta mengadakan pawai penggalangan dana yang insya Allah diadakan pada Jumat sore, 22 Mei 2015, bertempat di kampus UPI.
 
         Bagi mahasiswa UPI, dosen, dan khalayak umum yang berkenan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara seiman kita di sana, bisa melalui no. rek. Bank Syariah Mandiri 7062494306 a.n Murni Maulina ataupun no. rek. BNI Syariah 0340321551 a.n Nola Dwi Naya Sari dengan konfirmasi: Nama_Alamat_Jumlah Donasi dan dikirim ke 089510099284 (Kalam). Informasi lebih lanjut mengenai penggalangan dana ini bisa melalui Alfan (089632760955) ataupun Tia (089680871898). [M. Ginanjar E.A.]

Lomba Menulis Jurnalistik Air dan Sanitasi IIWW 2014

Lomba Menulis Jurnalistik Air dan Sanitasi IIWW 2014 Total Hadiah Rp. 60 Juta !

Tema : Peduli Air dan Sanitasi Demi Masa Depan Indonesia
Batas Waktu Lomba : Lomba dibuka pada 10 April 2014 dan tulisan peserta lomba selambat – lambatnya diterima panitia pada tanggal 12 Mei 2014

Peduli air dan sanitasi berarti peduli masa depan Indonesia. Anak – anak cerdas harapan bangsa tumbuh optimal di lingkungan yang peduli kesehatan. Menyambut pelaksanaan Indonesia International Water Week (IIWW), mari bersama – sama menggerakkan kepedulian terhadap air dan sanitasi di negeri ini lewat tulisan Anda !

Hadiah :
> Juara 1 : Uang tunai Rp. 20 juta dan Piagam/plakat
> Juara 2 : Uang tunai Rp. 15 juta dan Piagam/plakat
> Juara 3 : Uang tunai Rp. 10 juta dan Piagam/plakat
> Harapan 1 : Uang tunai Rp. 7 juta dan Piagam/plakat
> Harapan 2 : Uang tunai Rp. 5 juta dan Piagam/plakat
> Harapan 3 : Uang tunai Rp. 3 juta dan Piagam/plakat

info : ciptakarya.pu.go.id

Lomba menulis air dan sanitasi 2014 pu.go.id

!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=”//platform.twitter.com/widgets.js”;fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,”script”,”twitter-wjs”);

Semarak Tahun Baru Islam dengan Kajian Keilmuan Terpadu Tutorial UPI

Selasa (5/11), Tutorial PAI-SPAI MKDU UPI bekerjasama dengan UKM BAQI, UPTQ, KALAM, UKDM, dan AL-QOLAM, mengadakan Kajian Keilmuan Terpadu dengan pemateri Ustad Hanan Attaki, Lc., seorang Hafidz Al-Qur’an, alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, dan Trainer Motivasi Islam, Bandung.
Kajian Keilmuan Terpadu, atau yang dikenal dengan istilah KAMUT, adalah salah satu program kerja Bidang Tutorial Terpadu Tutorial PAI-SPAI MKDU UPI yang diadakan rutin setiap dua minggu sekali. Pada kajian kali ini, tema yang dipilih adalah “Mengenal Lebih Dekat Ayat-ayat Makkiyah”. Di awal kajian, Ustad Hanan menjelaskan bahwa ayat-ayat Makkiyah adalah ayat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Salah satu ayat Makkiyah yang sangat kita kenal adalah Kisah Nabi Musa, yaitu Q.S. Taha (20: 9-35). 
Surat tersebut bercerita tentang pengenalan Allah pertama kali kepada Nabi Musa AS. Dalam proses perkenalannya, Allah tidak langsung memberitahukan namanya, akan tetapi Allah memberitahukan terlebih dahulu “Kapasitas”-Nya yaitu sebagai yang Maha Kuasa dan Maha Pemilik Segala-Nya, baru setelahnya Allah memberikan pemahaman tentang Akhirat dan nama-Nya yang sesungguhnya.
Jika kita kaji lebih dalam, ternyata Allah memang membangun pesan serupa di setiap ayat-ayat Makkiyah yang diturunkan-Nya. Allah sengaja menyisipkan pesan-pesan Akidah dan Akhirat untuk kaum muslimin, terutama agar kaum muslimin semakin yakin dan percaya akan keberadaan-Nya.
“Ilmu bukan hanya sekedar wawasan, tapi juga untuk memperkuat Akidah. Sebelum terlambat, mari kita kuatkan Akidah dan Akhirat kita. Investasikan ilmu dan pribadi kita untuk menuju Akhirat, jangan hanya untuk mengejar Dunia”, ujar pria asal Banda Aceh itu di penghujung acara.
Alhamdulilah, Kajian kali ini diikuti oleh 111 peserta, dengan proporsi 68 orang akhwat dan 48 ikhwan. Dengan adanya KAMUT kali ini, Tutorial UPI berharap dapat menjadi ajang silaturahmi antar UKM Keislaman yang ada di UPI dan juga moment untuk memperingati Tahun Baru Islam 1435 H, meng-upgrade semangat berilmu melalui ayat-ayat-Nya, serta menyemarakkan Islam di UPI dengan lebih gencar lagi ke depannya sesuai dengan motto UPI, Edukatif, Ilmiah, dan Religius. (M. Ginanjar Eka Arli – Humas UKM KI Al-Qolam UPI)