Mimpi Mu, Penantian Ku

Oleh: Ashara

 

Di bawah langit sore yang mulai mendung saat ini, bersama alunan suara-suara jangkrik yang mulai terdengar saling bersautan, aku masih berharap. Menanti dan berharap terwujudnya mimpi yang tak pernah berani ku ungkap dengan lantang. Menunggu sesuatu yang pernah pergi, hilang dari kisah tawa ku. Karena seperti hari-hari kemarin, meskipun langit terus merubah warna tiap harinya, entah mengapa keinginan itu tak pernah hilang termakan arus waktu. 

—–

“Aku kembali” dengan senyum paling cerah ia berdiri mewujudkan mimpi. Di antara kilau langit senja yang mulai temaram, ia hadir ketika aku tengah menikmati cahaya jingga dan permainan warna yang langit tunjukkan untuk bersiap hadirkan malam gelap. 

Ia telah kembali, pulang disamping ku, untuk temani hari di sisa cerita ku. Tak mampu berkata, aku hanya membalas kehadirannya dengan anggukan kepala. Membenarkan ucapannya dengan antusias.

Lalu dengan lembut, suara adzan maghrib membangunkan ku untuk melanjutkan waktu yang sejenak tertunda. Melalui hari-hari seperti biasa selanjutnya tanpa sosok yang tadi sempat tercipta dalam bunga tidur ku. 

 

Aviana Pasha Ramadanty
Pendidikan Bahasa Korea 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*