Jadilah Orang yang Dicintai Allah

Syeikh ali musthafa thanthawi-rahimahullah

“Apakah Allah mencintaiku?”

Pertanyaan ini terus mengusikku?
Aku teringat bahwa kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya hadir karena beberapa sebab dan sifat yang disebutkan dalam Al Qur’an…

Aku membalikkannya ke dalam memoriku, untuk membandingkan apakah diriku sudah seperti yang disebutkan didalam Al Qur’an, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku itu…

Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang bertaqwa” dan aku tidak berani menganggap diriku bagian dari mereka!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang- orang yang sabar” maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang berjihad” maka akupun tesadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku!

Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang berbuat baik”. Betapa jauhnya diriku dari sifat ini….

Saat itulah aku berhenti meneruskan pencaharianku. Aku takut bila nanti aku tidak menemukan sesuatupun didalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku….

Aku periksa semua amal-amalku…
Ternyata didalamnya banyak tercampur kemalasan, kelemahan, kotoran dan dosa-dosa. Seketika itu terbesitlah dalam ingatanku firman Allah ta’ala:

“SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT”

Seakan-akan aku menjadi paham bahwa ayat itu adalah untuk diriku, seketika mulutkupun mulai komat-kamit membaca : Asstagfirullahwa Atuubu Ilaihi
“Aku memohan ampunan Allah dan aku bertaubat kepadanya”

Dikisahkan kembali oleh Miftahul Hamdi, dari buku Aku Tersentuh Cinta karya Arif Rahman Lubis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*