Sejatinya Setiap Diri

Oleh: Siti Hayati Zakiyah

Atas nama cinta, mentari kembali ke peraduan..
Atas nama cinta, derap langkah dan tetes peluh, rela dikorbankan…
Atas nama cinta, harta dan nyawa bukan bandingan
Dan, atas nama cinta pula dunia dan bendera ditinggikan..

Cinta, tak terdefinisi..
Definisi cinta adalah cinta itu sendiri, begitulah Jalaluddin ar rumi mendefinisikan cinta..

Saat cinta datang, tak ada lagi alasan mengapa hati ini luluh karenanya..Saat ia menghampiri, tunas-tunas semangat tumbuh seketika dan membenamkan mendung gelisah, gundah gulana..

“Aku mencintaimu, karena kelebihan yang ada padamu “ itulah alasan yang sejujurnya ingin dikatakan setiap manusia tentang mengapa ia mencintai. Meskipun ada usaha untuk mengelak, tapi pasti ada alasan mengapa ada hati yang ia taruh disana. Ada seseuatu yang membuat diri terengkuh untuknya, ada keunikan dalam dirinya..

Dan tentu saja, kelebihan itu bisa ditafsirkan berbagai macam oleh setiap lapisan manusia. Entah itu terkait dengan indahnya paras, mulianya akhlaq, ataupun gemilangnya harta.

Tentu itu semua adalah kelebihan, keistimewaan, dan keindahan.
Dan dirinya, adalah “pemilik” kelebihan itu, Pemilik wajah yang menghibur pandangan, pemilik akhlaq penenang jiwa..

Tapi…

Mengapa kita tidak mencoba untuk mencintai pemilik mereka? Padahal Ia yang membuatnya memiliki keindahan yang membuat hati ini takluk untuknya. Bahkan, benih benih cinta yang ia tampakkan, juga bukan semata mata karena ia sendiri yang membuatnya..

Melainkan, ada ‘campur tangan’ yang Maha Pengasih disekelilingnya, Yang terus menjaganya, dan selalu membuat hati terpaut untuknya
Sejatinya… Cinta Ia lah yang kita rasakan…

Ke Maha Besaran Zat-Nya nyaris membuat kita lupa bahwa dia dan kita hanyalah ciptaan dari dirinya yang Al Khaliq, dirinya yang Al Musawwir..

Nah.. Jika mampu mencintai yang besar? Mengapa lebih memilih untuk mencintai yang kecil? 😀

Jika hati tertarik karena mulianya keindahan yang ia miliki.. Mengapa tak mencoba mencintai pemilik Ia yang membuatnya memiliki keindahan itu… Bahkan Ia pulalahh yang memiliki segala keindahan..

Ya! Mencintai memang indah.. Dicintai adalah sesuatu.. Namun mencintai dan dicintai sang pencinta adalah segala-galanya 🙂

Kamis, 13 Agustus 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*