Imam al Bukhari

Siapa yang belum kenal dengan ulama yang satu ini? InsyaAllah teman-teman udah pada tau kan.

Tapi apakah teman-teman sudah tau tentang bagaimana lika-liku hidup beliau. Yang pastinya penuh dengan teladan dan motivatif banget. Yuk kita cari tau.

Nama asli dari imam bukhari adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi Al-Bukhari. Dari namanya kita tau bahwa nama ayahnya adalah Ismail nama yang baik dan nama asli beliau adalah Muhammad yaitu nama yang terpuji. Ia lahir di sebuah kota bernama Bukhara sebuah kota kecil di negara Uzbekistan. Imam Bukhari sejak kecil dirawat oleh ibunya, karena sejak beliau masih kecil ayahnya telah meninggal dunia. Ayah imam Bukhari adalah seorang yang saleh dan berilmu. Salah satu kata-kata dari ayah Imam Bukhari yang tercatat oleh banyak ulama adalah bahwa ayahnya pernah berkata bahwa ia bisa menjamin setiap yang diberikan olehnya kepada Imam Bukhari adalah barang-barang yang terjamin kebaikannya, artinya barang-barang itu ataupun makanan dan lainnya itu tidaklah barang yang haram dan kotor. Hal ini menjadi hal yang perlu kita garis bawahi sebagai salah satu sebab begitu mulianya akhlak Imam Bukhari dan betapa semangatnya ia dalam mencari ilmu.

Imam Bukhari telah mempelajari Hadist dari kecil bersama dengan teman-temannnya. Imam Bukhari ketika belajar memiliki cara yang berbeda dengan teman-temannya, ketika teman-teman imam Bukhari belajar dengan mencatat semua yang dikatakan oleh gurunya tapi berbeda dangan imam Bukhari, ia hanya mendengarkan dan langsung menghafalkan apa yang dikatakan oleh gurunya tersebut. Sempat teman-temannya meragukan hafalannya dan meminta imam Bukhari untuk diuji hafalannya. Teman-temannya pun memberikan beberapa pertanyaan dan meminta bukhari untuk membacakan hadistnya, imam Bukhari pun menjawab setiap pertanyaan dan permintaan itu dengan sangat baik.

Singkat cerita suatu ketika imam Bukhari diajak oleh ibunya untuk pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Setiba di Mekkah layaknya anak-anak zaman sekarang bertemu dengan tempat bermain game, maka seperti itu pula imam Bukhari dengan rasa bahagianya. Ia benar-benar senang melihat banyaknya ulama-ulama yang hebat yang ada di Mekkah. Ia sangat bersemangat untuk menggali ilmu-ilmu dari para ulama tersebut. Sampai akhirnya ketika ibu imam Bukhari mengajak kembali pulang, imam Bukhari pun menolak, karena ia sangat ingin belajar dengan ulama-ulama yang ada di Mekkah itu. Dari sinilah imam Bukhari memulai perjalanannya untuk belajar dan mencari-cari Hadist. Banyak sekali kisah yang bersejarah tentang perjalan imam Bukhari dalam mencari hadist ini. Salah satunya adalah setiap kali imam bukhari hendak menuliskan sebuah hadist, imam Bukhari selalu berwudhu dan shalat dua raka’at terlebih dahulu. Imam Bukhari terkenal sebagai orang yang tidak suka membicarakan orang lain, ia lebih tertarik utnuk membicarakan al-qur;an dan hadist daripada membicarakan orang lain.

Imam Bukhari mencari hadist sampai ke pelosok-pelosok daerah. Walaupun ia ia mencarinya sampai ke pelosok-pelosok ia tetap teguh pendirian dalam menyeleksi hadist. Ia akan memperhatikan betul kepada siapa ia akan mendapatkan hadist tersebut. Hingga akhirnya imam Bukhari menjadi seseorang yang terkenal di zaman itu. Imam Bukhari layaknya selebriti zaman sekarang, ketika imam Bukhari datang maka imam Bukhari akan disambut oleh banyak orang dari tempat itu. Banyak orang yang belajar darinya, dan salah satu murid imam Bukhari ini adalah imam Muslim. Kemana imam Bukhari membuka majelis ilmu maka majelis ilmu tersebut selalu ramai.

Tapi Allah hendak menguji imam Bukhari dengan kondisi imam Bukhari pada saat itu. Pada saat imam Bukhari datang ke suatu daerah, maka majelis ilmu pada daerah tersebut akan menjadi sepi, karena orang-orang akan datang ke majelis ilmunya imam Bukhari. Kemudian mulailah muncul hasad dan dengki dari orang-orang kepada imam Bukhari. Sampai akhirnya imam Bukhari di fitnah oleh orang-orang yang dengki dengannya. Ia difitnah menyebarkan ajaran yang sesat dan lain-lainnya. Fitnah itupun semakin meluas dan sampai ke kampung halaman imam Bukhari. Namun walaupun begitu masyarakat dari kampung halamannya tidak langsung percaya dengan fitnah tersebut, karena bagaimanapun mereka sudah sangat mengenal imam Bukhari ini. Ketika imam Bukhari sudah tidak diterima lagi dimana-mana dan imam Bukhari memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Ia tetap dipercaya oleh kaumnya. Kemudian tinggallah imam Bukhari di kampung halamannya.

Selama di kampung halamannya masyarakat di sana memakai mazhab Hanafiah, ketika mereka shalat mereka tidak mengangkat tangan mereka ketika takbir. Tetapi imam bukhari tidak menganut mazhab, imam Bukhari adalah orang yang memahami hadist, imam Bukhari melaksanakan shalat sesuai dengan hadist-hadist yang ia baca, dan sifat shalat nabi ialah mengangkat tangan ketika takbir. Imam Bukhari juga menunjukkan hadist-hadist yang berkaitan dengan shalat nabi tersebut. Mulailah masyarakat Bukhara mengganti cara shalat mereka dan pada saat yang sama muncul juga sentiment dari ulama-ulama yang menganut mazhab hanafiah. Kebohongan dan fitnah pun mulai kembali disebar dan akhirnya terusirlah kembali imam Bukhari. Kemudian saat di pengasingan pada saat umur 62 tahun, imam Bukhari menghembuskan nafas terakhirnya, dalam keadaan sedih.

Tetapi ada suatu riwayat pada saat itu ada seorang ulama yang percaya kepada beliau, ia bermimpi. Dimana di mimpinya tersebut ia bertemu dengan rasulullah, dibelakang rasulullah ada para sahabat. Lalu ulama ini bertanya kepada rasulullah, “ya rasulullah, siapa yang engkau tunggu?” rasulullah menjawab “aku menunggu Muhammad bin Ismail al Bukhari”. Bangun dari mimpinya, selang beberapa hari ulama ini mendengar bahwa imam Bukhari telah wafat. Maka dari riwayat ini dapat kita simpulkan semoga imam Bukhari meninggal dalam keadaan Husnul khatimah. Begitulah cerita dari seorang anak yang luar biasa, dimana karya-karya menjadi rujukan nomor dua setelah Al-Qur’an bagi umat muslim di seluruh dunia. Semoga karya-karya beliau menjadi amal jariah bagi beliau hingga nanti, aamiin ya rabbal’alamin.

Sumber: Ceramah Ust. Hanan Atakki dalam
Selengkapnya https://www.youtube.com/watch?v=D6C6TXmdSW4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*