Tiga Hal Menarik Tentang Pancasila

Oleh: Fajar Purnama Sidik

Sebagai kaum intelektual yang pernah mengenyam pendidikan sejak SD, kita pasti mengenal dasar negara yang disebut sebagai Pancasila. Tak ayal, Pancasila sering kita ucap ulang saat pelaksanaan upacara bendera Hari Senin. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah: apakah kita tahu bagaimana sejarah di balik kelahiran dan sisi unik Pancasila?

Pancasila sendiri terbentuk oleh beberapa gagasan tokoh nasional dalam suatu badan musyawarah yang dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai, atau jika kita terjemahkan menjadi Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), lalu diberi nama Indonesia di akhir menjadi BPUPKI. Sidang dibuka pada 28 Mei, dan dimulai pada 29 Mei. Walau dalam pengawasan pemerintah Jepang, dengan berani Ir. Soekarno mengusulkan sebuah gagasan dasar negara dengan nama “Pancasila” pada 1 Juni 1945. Melalui pidatonya yang disampaikan secara spontan itu, gagasan lahirnya Pancasila diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang. Selanjutnya, untuk merumuskan isi dari Pancasila itu sendiri, dibentuklah Panitia Sembilan yang terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Achmad Soebardjo, Agus Salim, Mr. AA Maramis, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin. Singkatnya, sampai hari ini, tanggal 1 Juni selalu kita sebut sebagai Hari Lahirnya Pancasila.

Namun, tidak hanya sampai di sana saja hal menarik mengenai Pancasila. Ada beberapa nilai unik yang perlu kita ketahui. Sedikitnya, ada tiga poin unik tentang Pancasila, yakni:

1. Ideologi Mandiri

Kita sebut Pancasila sebagai ideologi yang mandiri bukan tanpa sebab. Pancasila terlahir dari negarawan Indonesia sendiri melalui musyawarah mufakat. Hal ini jelas berbeda dengan negara lain yang merdeka dengan bantuan pihak asing, sehingga cenderung mengadopsi ideologi-ideologi luar untuk membangun negaranya. Dalam kasus ini, kita bisa menemukan negara-negara lain yang mengadopsi ideologi asing masuk ke negaranya, seperti: Korea Utara dan RRC dengan komunismenya, Jepang dan Italia dengan Fasismenya, juga Amerika dan Perancis dengan Liberalismenya.

2. Sesuai dengan Situasi Masyarakat

Sebagaimana kita ketahui, isi dan makna dari Pancasila itu sendiri sangat detail dan sebisa mungkin disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Keistimewaan ini tidak terlepas dari kemahiran para negarawan zaman yang pandai membaca situasi nasional yang berkembang di setiap daerahnya. Indonesia sejak dahulu dikenal dengan masyarakatnya yang agamis, maka terciptalah sila pertama dengan konsep ketuhanan. Melihat sisi heterogensi masyarakat, terciptalah konsep persatuan. Dan begitulah seterusnya.

3. Tercipta Sebelum Kemerdekaan

Menjelang kekalahan dan pemerosotan kolonialisme Jepang, para negarawan Indonesia dengan sigap menyambut hari kemenangan dengan merumuskan Pancasila sebagai ideologi negara. Ini menunjukkan betapa matang dan piawainya para petinggi negara kita dengan melancarkan aksi-aksi diplomatik politiknya. Sebab dalam keadaan seperti itu, melakukan peperangan hanya akan membuat semua fondasi yang dibuat jauh-jauh hari menjadi runtuh seketika. Maka langkah politik adalah langkah yang paling tepat untuk dipilih.

Itulah sedikit sejarah dan keunikan dibalik lahirnya Pancasila. Sebagai warga negara yang menghormati jasa perjuangan para pahlawan nasional, alangkah bijak jika kita tidak hanya menghayati nilai-nilai Pancasila terbatas pada tanggal 1 Juni saja. Lebih dari itu, para pendahulu bangsa menginginkan kita agar senantiasa mengisi kemerdekaan dengan hal yang lebih bermanfaat dan membangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*