Gimana Sih Cara Kirim Naskah ke Penerbit?

14258362_1199922653449337_3721674787898052997_o

 

Selamat malam. Ini adalah celoteh pertama saya tentang kepenulisan yaitu cara kirim naskah ke penerbit. Mumpung ilmunya masih hangat untuk saya. Saya ingin mencoba sharing apa yang sudah saya dapatkan setelah melakukan Edutrip bareng UKM Kepenulisan Islam Al-Qolam ke Penerbit Republika, Jumat kemarin.

Pada kali ini saya ingin membahas bagaimana cara kita mengirim naskah ke penerbit. Saya yakin ada di antara teman-teman yang sudah memiliki naskah utuh, baik fiksi maupun non fiksi, yang siap untuk teman-teman terbitkan.

Tapi tunggu dulu… supaya naskah kita bisa tembus ke penerbit, penerbit mayor terutama, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

1. Kenali dan sempurnakan naskahmu!

Yup ini penting sekali. Naskah seperti anak kita yang kita lahirkan dan besarkan. Hal yang harus temen-temen lakukan adalah mengecek dan memperbaiki sebelum mengirim. Lalu ujilah tulisan teman-teman kepada senior atau teman sebaya agar kita bisa mengetahui bagaimana orang lain menilai naskah kita. Kemudian pilihlah penerbit mana yang cocok dengan naskah teman-teman. Kita bisa melihat tema atau sasaran naskah kita. Biasanya penerbit memiliki pola dan tema masing-masing.

2. Kirimkan Naskahmu!

Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa aturan lazim untuk mengirim naskah adalah mengirimnya dengan Hardfile. Hal ini untuk memudahkan editor membaca dan memperbaiki. Lalu lengkapi dengan surat pengantar, sinopsis, keunggulan naskah, dan biodata penulis. Halamannya tidak lebih dari 250 lembar word (TNR 12, spasi ganda).

3. Kriteria lolos akuisisi

Rumus: Layak terbit + layak pasar = Lolos akusisi.

(a) Naskah yang layak terbit memiliki tema yang tidak menimbulkan keresahan. Tidak menyinggung SARA, kekerasan, eksploitasi seks.

(b) Kemudian paling penting TIDAK PLAGIAT. Pernah ada kejadian seorang penulis mengutip cerpen lama hanya untuk bisa terbit.

(c) Memiliki tema dan sudut pandang kebaruan. Tema baru akan lebih diminati oleh pembaca. Namun, tema lama juga tak kalah diminati apabila kita bisa menciptakan sudut pandang baru. Contoh bukunya adalah buku Muhammad karya Tasaro GK. Tasaro menukiskan kembali kisah Nabi Muhammad SAW dengan sudut pandang baru yang lebih mudah dibaca oleh oembaca.

(d) pesan yang kuat dan up to date.

(e) tata bahasa dan logikanya runut.

(f) penulisnya otentik. Ini berkaitan dengan profesi atau aktivitas kita sehari-hari. Kalau kita berlatar belakang ekonomi usahakan tidak membuat cerita dengan tema kedokteran. Meskipun bisa literasi, tapi lebih baik menuliskan apa yang kita tahu bukan apa yang kita ingin.

Perlu dicatat. Penerbit juga memiliki aturan yang khas. Yang dipaparkan di atas adalah aturan umum. Terutama yang berlaku di Republika.

Jadi gimana sudah siap mengirim naskah? []

Jika ini dirasa bermanfaat temen-temen sangat boleh dilike atau dishare kepada yang lain.

Penulis: Dini Sri Mulyati (Divisi Produksi UKM KI Al-Qolam UPI)

#Writivation #carakirimnaskah #kepenulisan #alqolam #tipsmenulis #penerbitannaskah #ilmumenulis #sharingilmumenulis #sharing #naskah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *